Kota Yang Padat Baik Untuk Kesehatan

Kota Yang Padat – Wabah penyakit membuat perkotaan kita. Permasalahan kesehatan mempengaruhi dalam sebagian kemajuan sangat muncul dalam pemograman kota.Sistem pengasingan kotoran dibesarkan di London, Inggris, bagaikan jawaban kepada wabah kolera pada era ke – 19. Di Amerika Sindikat (AS) pada pergantian era ke – 20, halaman kota jadi metode yang terkenal (walaupun bisa jadi tidak efisien) buat menawarkan hawa yang lebih bersih, buat mencegah masyarakat dari penyakit semacam tuberkulosis.

Penyebaran COVID- 19 di sebagian kota besar sudah memunculkan kebingungan mengenai kepadatan penduduk – jumlah orang yang menghuni wilayah urban khusus. http://202.95.10.12/ Kaki lima, bangunan serta ruang khalayak yang marak membuat jarak raga jadi susah, alhasil tingkatkan resiko penjangkitan.

Kritik kepada kepadatan ini sudah terdapat semenjak akhir era ke – 19, kala sebagian atasan masyarakat AS beranggapan kalau penyakit serta kekurangan berawal dari situasi yang padat serta tidak bersih di kota- kota besar.

Tetapi, opini kalau padatnya masyarakat itu tidak segar merupakan penyederhanaan yang kelewatan serta menyesatkan dalam perihal COVID- 19. Penemuan dari riset kita membuktikan kalau nyaris tidak terdapat ikatan antara kepadatan 36 kota bumi (yang diukur dengan jumlah orang per km persegi) serta tingkatan permasalahan COVID- 19 dan jumlah kematian.

Buat mengatur COVID- 19, kota – kota besar yang padat semacam Hong Kong, Tokyo serta Seoul memberitahukan aksi kesehatan warga semacam pengetesan, pencarian kontak, pengasingan, serta karantina dengan cara pas durasi serta mencampurkan dengan pemisahan raga serta konsumsi masker.

Langkah- langkah ini sudah efisien dalam menahan wabah virus, walaupun kepadatan masyarakat yang besar tingkatkan resiko peradangan.

Dalam memastikan seberapa rentan masyarakat kota kepada COVID- 19, kepadatan mungkin cuma jadi salah satu dari sebagian aspek kunci.

Kebalikannya, permasalahan penting merupakan minimnya ruang, bagus ruang individu ataupun ruang khalayak yang lebih besar.

Dampak Pengurangan Masyrarakat Yang Memperburuk Kesehatan

5 area dengan ruang khalayak serta individu sangat kecil di Inggris sudah hadapi 70% lebih banyak permasalahan COVID- 19 dibandingkan 5 area dengan ruang sangat besar, apalagi sehabis terdapatnya penindakan lokal.

Perkaranya bukan pada berapa banyak orang yang bermukim di wilayah khusus, tetapi pada situasi tempat mereka bermukim.

Mengenang perihal di atas, kita prihatin dengan saran buat kurangi kepadatan masyarakat perkotaan serta menggalakkan kehidupan pinggiran kota dalam usaha buat mengatur COVID- 19.

Kepadatan perkotaan bukan penganjur penting COVID- 19. Kepadatan malah berguna untuk kesehatan. Lebih dari 20 tahun riset membuktikan kepadatan perkotaan yang lebih besar. Berhubungan dengan resiko penyakit parah yang lebih kecil, semacam kegemukan, diabet, serta penyakit jantung.

Perihal ini beberapa besar sebab banyak orang yang terdapat di area kepadatan besar lebih aktif dengan cara raga. Area mereka lebih ramah pejalan kaki, maksudnya mereka lebih kerap berjalan ke gerai – gerai terdekat, sekolah, serta layanan yang lain.

Kurangi kepadatan kota mungkin besar hendak mempunyai akibat minus kepada kesehatan. Tingkatkan tingkatan penyakit tidak meluas yang dituturkan di atas.

Merendahkan kepadatan kota hendak tingkatkan permohonan hendak pemindahan. Pada era depan, mobil individu bisa jadi lebih digemari dari pemindahan biasa sebab meminimalkan kontak sosial, merendahkan resiko penyakit.

Namun alat transportasi individu hendak tingkatkan resiko penyakit tidak meluas sebab orang tidak aktif sepanjang berkendara. Penyakit respirasi sebab pencemaran hawa, luka, serta kematian dampak musibah kemudian rute.

Menemukan Solusi Terbaik

Ditambah lagi, pembangunan area pinggiran kota yang berfokus pada pemakaian mobil menghasilkan ketidakadilan. Desakan mempunyai mobil ialah bobot untuk orang yang tidak sanggup membelinya (ataupun tidak ingin).

Rumah tangga berpendapatan kecil, penyandang disabilitas. Serta lanjut usia yang tidak bisa lagi memandu mobil hendak mengalami ketidakadilan yang lebih besar dalam mengakses perumahan. Pembelajaran, sarana hiburan serta kesempatan kegiatan yang terjangkau.

Metode yang lebih bagus buat mencegah kesehatan merupakan dengan berikan orang lebih banyak ruang buat aktif di area mereka. Misalnya ruang buat berjalan serta bersepeda. Ini mungkin mempunyai khasiat dobel. Bagus kurangi penyebaran COVID- 19 dengan kurangi kepadatan di jalan – jalan serta merendahkan resiko penyakit parah yang memadamkan.

Membenarkan terdapatnya lebih banyak opsi buat kegiatan raga luar ruangan pada warga berpendapatan kecil pula hendak kurangi ketidak setaraan kesehatan.

Rumah tangga berpendapatan kecil lebih mengarah bermukim di bagian perumahan yang penuh serta ketat. Yang timbul bagaikan pusat peradangan COVID- 19. Dalam situasi kecil dengan minimnya ruang individu, nyaris tidak bisa jadi buat menjajaki prinsip pengasingan diri.

Zona perumahan masyarakat berpendapatan kecil bisa jadi pula mempunyai lebih sedikit ruang terbuka khalayak. Yang menaikkan permasalahan kepadatan masyarakat. Resiko peradangan coronavirus bisa jadi 20 kali lebih besar kala di dalam ruangan dari di luar rumah.

Penentuan Hasil Kota Yang Padat

Terdapat pula ikatan yang kokoh antara berolahraga di luar ruangan serta sistem imunitas badan yang kokoh. Jadi untuk penunggu di perumahan kecil tanpa ruangan luar individu. Halaman lokal bisa menawarkan kelegaan serta kurangi paparan penyakit meluas.

Bila halaman tidak ada, membagikan lebih banyak zona di jalur buat berjalan serta bersepeda hendak jadi berarti. Sebagian kota telah mempraktikkan aksi sedangkan buat membuat jalur lebih nyaman untuk pejalan kaki serta pesepeda, semacam realokasi ruang jalur jauh dari alat transportasi bermotor serta merendahkan batasan kecekatan.

Banyak penemuan membuktikan kalau kita sepatutnya tidak membiarkan COVID- 19 jadi alibi penurunan kepadatan kota. Betul, usaha dibutuhkan buat kurangi kepadatan yang berlebihan, semacam di wilayah cemar, serta berikan banyak orang di tiap area dengan ruangan luar yang lumayan buat jarak raga.

Tetapi kepadatan kota dengan cara biasa tidak mempunyai ikatan kokoh dengan permasalahan COVID- 19 serta kematian. Kebalikannya, kepadatan kota ialah bagian berarti dari rancangan warga pejalan kaki ini bisa mencegah orang dari penyakit parah.

Comments are closed.

Post Navigation